Beranda Kesehatan Dinkes Propinsi Aceh Audit Kematian Ibu dan Bayi di Langsa

Dinkes Propinsi Aceh Audit Kematian Ibu dan Bayi di Langsa

43
0
BERBAGI

FOKUSACEH.COM – Langsa – Dinas kesehatan propinsi Aceh melalui sub bidang kesehatan keluarga melakukan  audit kematian ibu dan bayi dalam tahun 2017, jumat, 19 Mai 2017 Aula RSUD Langsa.

Dhanil – Langsa

Dalam audit tersebut dibahas beberapa kasus kematian ibu dan bayi yang terjadi di lingkup kabupaten  Aceh Timur dan kota langsa,dalam pembahasan kasus ini pihak Dikes Aceh mengahdirkan ahli  ilmu obstetri dan ginekologi dari Unsyiah  yang  juga sebagai tim AMP aeeh  Dr Mohd Andalas,SpOG,FMAS. Dan dr Reni Suryanty SpA dari RSUD langsa.

Kegiatan audit ini bertujuan  mencari faktor penyebab atau kendala yang dihadapi para petugas  dikedua  daerah tersebut kenapa  beberapa pasien  tidak tertolong dalam persalinan dan operasi, di beberapa RS di Langsa.

Audit ini diharapkan menjadi pembelajaran bagi para pemberi pelayanan kesehatan  baik itu bagi tenaga medis,  paramedis, dan manajemen di kota langsa khususnya dan propinsi Aceh secara umunya, agar dari hasil pembahasan kasus-kasus tersebut bisa disikapi dengan bijak dikemudian hari untuk bisa dihindari bila dikategorikan  kepada faktor yang bisa dicegah.

Dalam melihat penyebab kematian ibu dikategorikan penyebab langsung dan tidak langsung, umumnya penyebab tidak langsung bisa dieliminir bila ibu hamil melakukan pemeriksaan dengan baik minimal 4 kali selama masa hamil.

Dalam proses audit pelayanan ibu dan anak komponen tim propinsi mendengar hasil laporan dari verifikasi tim audit tkt kabupaten dan kota serta dari tim yang mengelola kasus. yang dinilai dalam AMP(audit maternal perinatal) ini tidak saja unsur pemberi pelayanan tetapi unsur manajemen juga dinilai, sehingga rekomendasi  perbaikan bisa saja diarahkan pada managemen.

Sebagai contoh  bila kasus masih kurang  cepatnya  respon  dilakukan dengan memberi  waktu mereka mendapat pelatihan secara reguler,atau bila disimpulkan alat tidak tersedia maka rekomendasi adalah penyiapan sarana dan prasarana dimasa yang akan datang.

Bagi unsur pemberi pelayanan bila ada kekurangan masukan tim akan diberi pada yang bersangkutan dan atasan tempat dia bekerja tanpa diketahui orang lain.

Hal ini sesuai moto dari amp sendiri yakni, NO name, No blame, dan No Shame, atau tidak menyebut  nama petugas yang di audit, tidak saling memalukan dan menjelekkan .

Pelatihan ini  melibatkan dokter ahli kandungan, dokter spesialis anak dan para bidan yang mengelola kasus, hadir sebanyak 50 peserta.

Aceh termasuk salah satu propinsi masihtinggi angka kamtian ibu   di Indonesia.

Bila dilihat dari pembahasan kasus yang terjadi di Langsa ini masih terlihat beberapa faktor penyebab seperti, proses rujukan berjenjang dan rujukan antar Rumah sakit masih  menjadi kendala utama,sehingga kasus menjadi sangat komplikatif dan serius saat tiba di RS rujukan.

Sedangkan untuk beberapa kasus bayi yang dibahas terlihat akibat langsung kondisi ibu yang emergensi, dan akibat kasus bayi yang lahir prematur dan kecil dalam masa kehamilan,oleh karena itu sangat penting peningkatan sumber daya manusia dengan berbagai macam pelatihan emergensi praktis perlu diberikan pada staf puskesmas dan RS, dan kemudahan mendapat surat rujukan  berjenjang dari rumah sakit perujuk dari pihak terkait.

Selain itu masih dijumpai hambatan komunikasi inter personal petugas pelaksana  dari rumah sakit perujuk ke rumah sakit tujuan rujukan.

Reporter    : Mohd Andalas
Editor         : M.Dhanil Maulana