Beranda Feature Etika Profesi Dengan Keahlian Harus Berimbang

Etika Profesi Dengan Keahlian Harus Berimbang

92
0
BERBAGI
Foto :*ist

FOKUSACEH.COM – Berbagai kemajuan dicapai dalam bidang teknis medis kedokteran saat ini, Andaikan para klinisi atau dokter terpana dengan  berbagai alat Temuan berbagai alat canggih tersebut tanpa memegang teguh etika profesi maka Hal ini akan berdampak buruk dalam tujuan pengobatan itu sendiri. Situasi perkembangan dunia kedokteran terkini, termasuk di negeri kita indonesia, terkait hal etika profesi ini dibahas oleh para pakar di event pertemuan asia Oceania, hongKong 16-18 juni 2017 yang penulis hadir.

Setiap alat pasti punya resiko bias error (kesalahan) sehingga hasil pemeriksaan dengan alat bantu belum menjadi keputusan akhir dan memerlukan berbagai pertimbangan oleh seorang dokter. Karena itu para dokter atau seorang tenaga ahli Dituntut untuk terus memperbaharui keilmuannya (updating). Terkait Alat bantu diagnostic medik juga para dokter dituntut berlaku professional dalam Hal penggunaan alat bantu tesebut yang membutuhkan biaya besar sehingga memberatkan pembiayaan, andai ada pemeriksaan lain jauh lebih sederhana dan terjangkau.

Kita ambil untuk contoh dibidang kesehatan ibu dan anak atau Feto maternal, telah disepakati  bahwa bayi lahir premature Terancam berbagai risiko salah satu nya gagal nafas, karena itu bayi yang lahir di bawah 34 minggu atau kisaran 8 bulan diSarankan diberikan obat kortikosteroid untuk mencegah bayi gagal bernafas, suntikan obat tersebut juga diharapkan menghindari komplikasi pada pembuluh darah dan Sistim saraf pada bayi prematur.

Tapi sebuah penelitian terbaru yang dilakukan pada binatang percobaan dan di lanjutkan pada beberapa follow-up, dilaporkan terjadi pengecilan beberapa bagian penting dari otak janin seperti hypocampus dan jaringan otak secara umum, kedua struktur tersebut sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak dikemudian hari, seperti yang disampaikan salah seorang pembicara dari Thailand, malah peneliti tersebut membuat kata kunci diakhir presentasinya,  silakan anda memilih sendiri. Karena anda punya kapasitas ilmu sehingga mempertimbangkan yang terbaik bagi pasien.

Untuk bidang bedah misalkan dalam teknik operasi, saat ini berkembang teknik minimal invasif dengan menggunakan alat laparoskopi, cara ini dianggap cukup membantu dalam optimalisasi sebuah tindakan, karena dapat dengan jelas melihat masa tumor dan penyebarannya karena ada pembesaran oleh alat, manfaat Lainnya adalah di karenakan sayatan kecil maka darah yang hilang  sedikit dan sudah tentu rasa sakit minimal. Malah untuk bidang laparoskopi ini saat  ini berkembang alat bedah dengan tangan robot, operasi dengan bantuan tangan robot membuat operator lebih leluasa dalam bekerja, sudah pasti biaya operasi lebih mahal lagi.

Di sini kembali kata hati dan etika profesi seorang dokter dipertaruhkan. Karena itu diharapkan para dokter tetap berpegang teguh pada sumpah hypockrates(dokter) dalam menjalankan tugas yang mulia sebagai seorang dokter.

Satu Hal lain yang dibicarakan adalah tingginya angka operasi sesar terutama di negara berkembang seperti yang terjadi di indonesia saat ini, sehingga menjadi sebuah pertanyaan adakah perubahan di abad ini sehingga para ibu tidak bisa lagi melahirkan secara normal.

Akan tetapi bila suatu keputusan klinik didasari kaidah kompetensi keilmuan demi pertimbangan pasien maka Hal ini menjadi pilihan utama dari seorang dokter sesuai perintah sumpah dokter tadi, karena itu sangat diharapkan adanya Keseimbangan antara kompetensi ilmu dan etika pada seorang dokter.

Tulisan ini ditulis dalam perjalanan kembali, dari hongkong ke malaysia menuju banda aceh.

Penulis : Mohd Andalas, Dosen Senior FK Unsyiah