Beranda Wisata Festival Kuliner Lhokseumawe Jadi Agenda Tahunan

Festival Kuliner Lhokseumawe Jadi Agenda Tahunan

58
0
BERBAGI

Fokusaceh.com – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I, Sabtu (8/4) lalu menggelar Festival Kuliner di di kawasan wisata KP3 Lhokseumawe. Festival ini mengangkat tema ‘Lhokseumawe Beranda Depan Indonesia’.

Ariefara – Lhokseumawe

“Kuliner telah menjadi daya tarik pariwisata yang begitu menjanjikan. Selain sebagai sarana mengenalkan ragam masakan khas nusantara, juga menjadi identitas dari sebuah daerah.”

BACA JUGA:
                   •    Disbudpar Aceh Gelar Audisi Gita Bahana Nusantara 2017
                   •    Booth Aceh Raih Predikat “Design Terbaik” di Deep & Extreme 2017
                   •    Menikmati Pulo Aceh Sambil Memancing

Demikian dikatakan Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Rahmadhani, saat membuka kegiatan tersebut. Kegiatan ini, katanya, telah menjadi daya tarik tersendiri bagi warga kota sebagai ajang menumbuhkan minat gastronomi di Lhokseumawe.

Dalam kesempatan itu, Rahmadhani juga menjanjikan kegatan ini akan menjadi even tetap tahunan Pemerintah Kota Lhokseumawe dan akan masuk dalam Calendar of Event Aceh 2018.

“Penyelenggaraan festival kuliner Aceh dengan menghadirkan beberapa vendor kuliner lokal, nasional dan internasional tidak hanya berlangsung begitu saja, tapi dapat menjadi penyemangat khususnya bagi kawula muda untuk berkiprah lebih serius di usaha kuliner yang sangat menjanjikan ini,” katanya.

Festival kuliner ini, katanya, perlu dikemas dengan baik lewat publikasi yang bisa tersebar luas, khususnya melalui media ,sosial agar masyarakat mengetahuinya dan hadir untuk memeriahkan acara tersebut.

Partisipasi Memajukan Pariwisata

Sementara itu Direktur Keuangan, PT Pelindo I, Farid Luthfi mengatakan, festival kuliner tersebut digelar sebagai bentuk perhatian dan partisipasi Pelindo I dalam rangka memajukan industri pariwisata, khususnya di Kota Lhokseumawe.

“Harapannya dapat menjadi model dalam rangka mengembangkan sektor industri pariwisata di daerah, serta mendukung membangun jaringan transportasi laut yang lebih memadai,  seperti fasilitas pelabuhan dan peningkatan aktifitas kargo laut,” katanya.

Bila sektor pariwisata Aceh berkembang lebih baik, lanjutnya, maka industri ini akan memberi dampak positif (multiplier effect) terhadap perkembangan berbagai sektor perekonomian lainnya di daerah.

Selain bazaar kuliner dan talkshow, festival yang dimeriahkan oleh beberapa master chef terkenal, seperti Bara Pattiradjawane, Chef Uki dan Chef Hinam dari Srilanka, juga menghadirkan penampilan seni tari Ranub Lampuan, Tari Kipas dan Dabus, serta Kreatifitas Agam Inong Lhokseumawe serta hiburan musik akustik dari Apache Band. *ara/ril