Beranda Daerah Hadiah Untuk Sakdiah Guru Terpencil Aceh Timur

Hadiah Untuk Sakdiah Guru Terpencil Aceh Timur

81
0
BERBAGI

FOKUSACEH.COM, Aceh Timur – Pada Hari Pendidikan Aceh Ke 58 , Senyuman dan gembira menyapa wajah  Sakdiah,S.Pd.I,  ketika dirinya terpilih sebagai guru daerah terpecil yang berdedikasi tinggi. Atas kinerjanya selama ini, Sakdiah dihadiahi satu unit sepeda motor Honda Revo dari Dinas Pendidikan Aceh Timur, Kamis, (7/9/17).

Meski Sakdiah seorang guru bakti belum menyandang Pegawai Negeri Sipil (PNS), namun setiap harinya, Sakdiah tetap berdedikasi tinggi dalam mendidik anak bangsa di lokal jauh Sekolah Dasar Negeri Seunubok Bayu Kecamatan Indra Makmur Aceh Timur, daerah terpencil, lebih kurang 35 kilometer arah selatan Kota Idi Rayeuk, ibu kota Kabupaten Aceh Timur.

Tanpa rasa jenuh dan bosan, ketika Sakdiah setiap paginya melalui jalan becek dengan berjalan kaki 5 kilometer dari rumahnya menuju sekolah yang terletak di dusun Olindo Desa Seunubok Bayu Kecamatan Indra Makmur, Aceh Timur, Aceh, Indonesia.

Sekolah tempat Sakdiah  mengajar hanya mempunyai dua lokal saja, dengan jumlah murid sebanyak 25 siswa dan 2 orang guru.“Sekolah kami hanya mempunyai dua lokal dan kami bagi menjadi tiga kelas.” kata Sakdiah, kepada Fokusaceh.com, selesai menerima hadiah sepeda motor dari Kepala Dinas Pendidikan Aceh Timur, Abdul Munir, SE.MAP.

Sakdiah mengisahkan, dirinya mulai mengajar di sekolah terpencil itu, sejak tahun 2012 dengan gaji setiap bulannya hanya Rp 150.000,- (Seratus lima puluh ribu rupiah). Meski masih guru bakti dan bergaji yang sangat minim itu, alumni serjana STAIN Lhokseumawe tahun 2010 itu, tidak pernah mengeluh dan tidak pernah absen untuk mendidik  anak bangsa ini di daerah terpencil Aceh Timur.

“Kampung saya asli di Matang Hu Kecamatan Lhoksukon Aceh Utara. Pada tahun 2012, saya bersama suami pindah ke Desa Seunubok Bayu Kecamatan Indra Makmur, Aceh Timur. Suami saya hari-hari bekerja sebagai petani,” ucap Sakdiah.

Sakdiah kepada Fokusaceh.com  mengaku, bahwa di hari Pendidikan Aceh Ke-58 ini, dirinya sangat bersyukur mendapatkan hadiah satu unit sepeda motor. “Saya sangat bersyukur. Sepeda motor ini , nantinya dapat saya jadikan sebagai alat transportasi saya ke sekolah setiap harinya,” demikian ujar Sakdiah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Timur, Abdul Munir, SE. MAP, kepada Fokusaceh.com juga mengatakan, hadiah sepeda motor tersebut diberikan kepada Sakdiah, karena dia merupakan seorang guru yang berdedikasi tinggi dalam memajukan pendidikan di daerah terpecil Kabupaten Aceh Timur.

“Harapan kita kepada seluruh guru di Aceh Timur, sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, untuk terus mencerdaskan anak bangsa, meski dalam segala keterbatasan. Kita salut dan apresasi terhadap kinerja Sakdiah. Selain dia seorang guru bakti dengan gaji yang sangat minim, namun dia merupakan seorang pengabdi terbaik kepada nusa dan bangsa ini,” demikian kata Abdul Munir, SE. MAP. (hbm/aceh timur)