Beranda Hukum Kapolres Aceh Timur Himbau Warga Untuk Tidak Main Hakim Sendiri

Kapolres Aceh Timur Himbau Warga Untuk Tidak Main Hakim Sendiri

90
0
BERBAGI

FOKUSACEH.COM – Kapolres Aceh Timur, AKBP Rudi Purwiyanto, S.I.K, M. Hum mengimbau kepada masyarakat di wilayah hukumnya untuk tidak main hakim sendiri. Peringatan ini disampaikan menyusul adanya aksi main hakim sendiri oleh warga Peureulak, pada Rabu (19/07/17) dini hari. Atas kejadian tersebut salah seorang warga meninggal dunia akibat penganiayaan yang dilakukan bersama-sama.

Kapolres mengatakan, meninggalnya seorang yang diduga sebagai pelaku kejahatan maka pihak kepolisian akan kesulitan dalam melakukan pengungkapan. Selain itu, Negara Indonesia negara hukum maka pihak kepolisian dapat mengusut kasus tersebut meskipun itu massa.

“ Masyarakat kami minta kooperatif bila mengamankan pelaku kejahatan, segeralah melaporkan ke polisi dan tidak main hakim sendiri dengan begitu, warga telah membantu polisi. Polisi tentunya tidak ingin niat masyarakat menangkap pelaku kejahatan malah masyarakat yang menjadi pelaku pembunuhan,” ujar Kapolres, Kamis (20/07/17).

“ Kami minta masyarakat agar dalam menyikapi suatu masalah tidak diselesaikan dengan cara main hakim sendiri dan tetap mempercayakan kepada hukum. Baiknya serahkan ke pihak berwajib sesuai mekanisme hukum yang ada. Jangan sampai seperti negara tidak punya hukum. Sebab meskipun yang ditangkap itu adalah pelaku kejahatan, namun dia juga memiliki hak perlindungan secara hukum,” tegas Kapolres Aceh Timur, AKBP Rudi Purwiyanto, S.I.K, M. Hum.

Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Timur mengamankan 4 (empat) warga Desa Pasir Putih, Kecamatan Peureulak karena diduga secara bersama-sama melakukan penganiayaan terhadap Dani Syahputra (24) warga Dusun Tengku Icengai, Desa Bantayan, Kecamatan Nurussalam yang dicurigai oleh warga setempat berbuat mesum dengan teman wanitanya saat menginap di sebuah rumah kontrakan yang disewa oleh paman korban.

Kronologis Kejadian

 Kasat Reskrim Polres Aceh Timur, AKP Parmohonan Harahap mengatakan, peristiwa penganiayaan terhadap korban bermula dari kecurigaan Ketua Pemuda Desa Pasir Putih dengan keberadaan korban bersama teman wanitanya kemudian memberitahu Kepala Dusun yang selanjutnya mendatangi rumah kontrakan tersebut.

Warga menanyakan identitas keduanya dan dijawab oleh paman korban, Tgk. Idris bahwa mereka adalah familinya berasal dari Lhokseumawe dan merupakan sepasang suami istri. Saat ditanya surat nikah Tgk. Idris tidak dapat menunjukanya. Saat warga datang dan menanyakan keberadaan mereka, dijawab oleh Tgk. Idris bahwa mereka sudah pulang.

Warga yang tidak percaya kemudian memeriksa ke dalam kamar dan didapati korban bersama teman wanitanya. Melihat kedatangan warga korban melarikan diri ke hutan yang berada di belakang rumah kontrakan.Warga yang tersulut emosi kemudian mengusir teman wanita korban dengan mengantarkan ke terminal Peureulak untuk pulang ke daerahnya. Sementara itu sebagian warga masih mencari korban.

Setelah korban ditemukan, warga secara bersama-sama menganiaya korban hingga tak sadarkan diri. Beruntung Polsek Peureulak cepat mendatangi lokasi dan mengamankan korban untuk dibawa ke Rumah Sakit Sultan abdul Aziz Syah. Karena luka yang sangat serius korban dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Langsa, namun sesaat setelah mendapatkan pertolongan, korban meninggal dunia.

Atas peristiwa tersebut, kami mengamankan Aris Munandar (18), Ali Nawawi Bin Razali (40), Rahmad Zaini Bin Marhama (29) dan Ismail Bin Ibrahim (47) kesemuanya adalah warga Desa Pasir Putih, Kecamatan Peureulak, terang Kasat Reskrim Polres Aceh Timur, AKP Parmohonan Harahap. (hbm/acehtimur)