Beranda Klinik Kesehatan Bedah Sayat Minimalis

Bedah Sayat Minimalis

62
0
BERBAGI
Model kerja alat bedah minimsl (laparaskopi)

Bedah Sayat Minimalis atau laparoskopi, merupakan operasi dengan sayatan minimal, diidentikkan dengan sayatan kecil pada kulit anggota tubuh. Bisa di perut, tangan, punggung dan lain sebagainya.

Dr. Mohd. Andalas dr. Sp.OG. FMAS*

dr andalas

Operasi konvensional  sendiri begitu menakutkan bagi sebagian orang karena identik dengan sayatan yang besar, sehingga keberadaan teknik operasi minimalis atau minimal menjadi penawar bagi sekelompok orang pencinta kulit mulus.

BACA JUGA:
                     •    BPOM Gelar KIE di Aceh Timur
                     •    RSIA Dapat Tambahan Dua Dokter Obgyn
                     •    Dokter Obgyn Baru Mendapat Pembinaan Etika

Ketakutan teknik operasi konvensional atau operasi dengan sayatan besar bisa karena  beragam alasan, salah satunya adalah kemungkinan pascaoperasi muncul jaringan parut, walau kejadian parut itu sangat bergantung pada reaksi jaringan tubuh seseorang, jenis benang yang digunakan atau teknik operasi seorang dokter bedah.

Operasi yang konvensional, sayatan relatif besar, antara 10-15 Cm dan sangat tergantung pada besar-kecilnya tumor dalam tubuh seseorang. Tetapi seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknik alat medis, maka teknik operasi juga mengikuti trend zaman.

Kini berkembang teknik akses sebuah operasi bedah dengan sayatan kecil. Walau dengan  ayatan minimal, tetapi makna operasi tetap tidak berubah jika dibandingkan teknik operasi sebelumnya/konvensional. Teknik operasi sayatan minimal bisa dikatakan sangat seksi karena nyaris tak terlihat dan sudah berjalan puluhan tahun lalu di negara maju.

Operasi teknik ini dikenal dengan berbagai istilah, antara lain, operasi dengan minimal akses, operasi minimal invasive atau lebih populer dengan operasi laparoskopi.

Pada teknik operasi akses, sayatan pada kulit kecil ini hanya sayatan menembus kulit saja yang kecil, tapi akses lapangan pandangan operasi sangat besar, bahkan lebih besar dari pandangan dari jenis operasi biasa. Hal ini berkat bantuan pembesaran gambar dari alat laparoskopi. Keuntungan lain dari operasi teknik ini adalah jalannya operasi bisa direkam dan rekaman ini dapat dibawa pulang dalam bentuk CD bila pasien menghendaki.

Teknik operasi laparaskopi di Asia Tenggara sudah populer sejak 20 tahun silam, dan seingat penulis sejak era 1990 awal saat penulis masih menjadi residen obgyn di Universitas Padjadjaran, Bandung. Dan alhamdulillah di Bandaaceh, sejak lima tahun lalu sudah mulai dinikmati oleh masyarakat, baik untuk kasus bedah umum, misal usus buntu, batu empedu dan bedah kebidanan, misal kista ovarium, mioma uteri, dan berbagai tumor jinak lainnya.

Apakah operasi ini memerlukan biaya tinggi? Jawabannya iya, karena operasi teknik ini membutuhkan tambahan alat khusus.

Apalagi saat ini telah ada teknik laparoskopi dengan mesin robot yang lebih dikenal dengan operasi robotik. Pada operasi robotik, maka lebih seksi lagi terutama dalam pendanaannya, sebab membutuhkan barang habis pakai lebih dari jenis laparoskopi konvensional.

Walau dikategorikan canggih, operasi laparoskopi masuk dalam jenis pelayanan BPJS Kesehatan.

Sebenarnya operasi laparoskopi ini masuk dalam silabus kompetensi dokter bedah umum atau dokter bedah kebidanan umum. Tetapi karena jumlah kasus masih terbatas selama pendidikan, maka para dokter ahli perlu pelatihan tambahan khusus untuk menjadi kompeten, dan operasi ini masuk klasifikasi operasi canggih.

Operasi ini sangat dianjurkan bagi kelompok wanita muda atau yang belum menikah untuk operasi kista dan tumor jinak lainnya, misal pada kasus batu empedu dan usus buntu.

Di negara maju, malah untuk operasi kasus keganasan tertentu juga dilakukan dengan keunggulan bisa mendeteksi dan mengangkat kelenjar getah bening yang telah terkena massa tumor. Selain itu pada operasi teknik ini, masa rawat menjadi singkat, bisa saja hanya butuh sehari saja tanpa menginap.

Tapi biasanya memang tergantung keinginan pasien utuk meninggalkan rumah sakit kapan dikehendaki. Biasanya jika merasa telah pulih dan sehat benar. *bna_27_3_17