Beranda Klinik Kesehatan Hamil dalam Penggunaan IUD. Apa Solusinya?

Hamil dalam Penggunaan IUD. Apa Solusinya?

49
0
BERBAGI
foto_ilustrasi_repro: Republika Online

Intra Uterune Device (IUD) adalah alat kontrasepsi (Alkon) dalam rahim. Alat ini mengandung tembaga dan silikon dan aman bagi tubuh manusia. Alat ini bekerja dengan mempengaruhi gerakan spermatozoa dan membuat rahim tidak siap menerima proses pembuahan.

Dr. Mohd. Andalas dr. Sp.OG. FMAS*

dr andalas

IUD termasuk salah salah satu Alkon jangka panjang dan sangat dianjurkan bagi kaum hawa yang merencanakan mengatur jarak  kehamilan berikut. Tingkat keberhasilannya juga cukup tinggi, hanya 1-2 kasus yang gagal bagi seratus pengguna.

BACA JUGA:
                    •    KLINIK KESEHATAN Bedah Sayat Minimalis
                    •    BPOM Gelar KIE di Aceh Timur
                    •    RSIA Dapat Tambahan Dua Dokter Obgyn

Lalu bagaimana jika gagal (hamil), sementara IUD masih berada di dalam rahim? Berikut pembahasan kita, seperti kisah sebuah kasus seorang pasien di klinik saya.

Sikap pertama yang akan diambil, pastikan keberadaan IUD di rahim.

Jika positif hamil dan anda pengguna IUD, maka segeralah konsultasi pada dokter keluarga anda. Seorang dokter akan memastikan adanya IUD di dalam rahim melalui cara sonografi. Bila ternyata ada, maka dokter akan menjelaskan masalah tersebut dan jalan keluarnya.

Pada kasus IUD ada di dalam rahim dan terlihat kantung janin, maka pilihannya mengeluarkan atau mencabut IUD tersebut dengan tarikan pada benang IUD. Bila ternyata sulit, maka tinggalkan saja. Begitu juga bila benang IUD tak terlihat pada pemeriksaan spekulum, maka abaikan saja IUD tersebut, dengan catatan khusus dibuat pada kartu hamil milik si ibu hamil tersebut, yakni kehamilan plus gagal IUD, maka mohon dicari saat plasenta dilahirkan.

Pada kasus ibu merasa dalam Alkon IUD dan hamil, tapi pada pemeriksaan IUD tidak terlihat dengan sonografi. Begitu juga benang tidak terlihat pada pemeriksaan spekulum dari mulut rahim, untuk kasus ini maka ada dua kemungkinan terjadi.

Pertama IUD keluar tanpa diketahui  ibu. Kedua, patut dicurigai terjadi dislokasi, yakni IUD keluar dari rahim dan berada di sekitar lokasi rahim, yakni pada daerah omentum (jaringan atau lemak sekitar usus). Tetapi kewajiban dokter atau bidan menulis pada buku catatan hamil pasien tetap berlaku, bahwa kehamilan dengan gagal IUD dan mohon rechek ulang saat plasenta lahir.

Adakah komplikasi pada buah kehamilan?

Sejauh ini belum ada laporan komplikasi serius pada bayi yang hamil bersama IUD dalam rahim. Risiko yang dirisaukan adalah perdarahan dan terjadi abortus. Karena itu maka setiap ibu hamil dengan IUD di dalam rahim, pilihannya adalah IUD dilepaskan dan hamil biasanya berlanjut. Dan bila tak bisa ditarik, biasanya bila hamil berlanjut juga maka IUD tersebut biasa berada pada plasenta, bukan pada janin seperti kekuatiran banyak ibu hamil yang saya alami dalam praktik sehari-hari saya.

Karena itu saya ingin pesankan pada ibu hamil (Bumil), jangan takut memakai IUD, sebab Alkon ini bisa membuat ibu menata perencanaan buah hatinya dan biasanya tidak membuat ibu gemuk dan juga mudah melakukan kontrol, yakni dengan sonografi setiap fase haid tiba atau sekali tiga bulan. *bna/28_3_17

*Penulis, Dosen Fakultas Kedokteran Unsyiah
Penanggungjawab Klinik A New Putrophang, Simpang Surabaya, Bandaaceh