Beranda Kuta Raja LPPA Minta Pemda Aceh Jadikan Pantai Barat Selatan Sebagai Pilot Project

LPPA Minta Pemda Aceh Jadikan Pantai Barat Selatan Sebagai Pilot Project

76
0
BERBAGI

FOKUSACEH.COM, Banda Aceh – Muzakir koordinator lembaga sosial civil  pemerhati parlemen Aceh meminta Gebenur Aceh drh.Irwandi Yusuf menjadikan ketertinggalan wilayah pesisir pantai barat selatan sebagai zona pilot project dalam RPJM-RPJP 5 tahun pemerintah Aceh,” sebagai pusat kawasan berbasis  zona industri, demi peningkatan sektor ekonomi kesejahteraan masyarakat wilayah pesisir pantai barat selatan Aceh,” pintanya.

Pantai barat selatan terkenal dengan wilayah pesisir pantai laut yang berbatasan dengan samudra India, hal ini tentu sangat perlu ada sebuah kebijakan prioritas pemerintah Aceh untuk menjadikan pantai barat selatan sebagai daerah pengembang industri,” sektor perikanan dan sektor perkebunan, dua sektor potensi besar ini perlu  untuk di kembangkan sebagai prioritas zona berbasis industri, baik industri dari skala kecil hingga besar,” ucap Muzakir pada fokusaceh.com di Banda Aceh.

Lanjut Muzakir, kedua sektor ini kurang berkembang karena sarana dan prasarana tidak cukup mendukung dan memadai, seperti  sektor perikanan, pelabuhan skala besar TPI seperti lampulo Aceh belum ada, sehingga  belum mendukung berkembangnya bagi sektor perikaanan di wilayah pantai barat selatan.” Dukungan pemerintah Aceh di bawah  kepemimpinan drh. Irwandi Yusuf sebagai prioritas utama untuk program 5 tahum kedepan dalam RPJM-RPJP. Dengan menjadikan wilayah pantai barat  selatan sebagai pilot project pemerintah, dengan pengembangan zona industri skala besar, ” tuturnya.

Hal ini kita sangat kita harapkan pantai barat selatan di jadikan  zona industri perikanan yang mampu memproduksi ikan-ikan dalam skala besar untuk memenuhi kebutuhan lokal dan luar Aceh, tentu hal ini harus  di dukung oleh sarana dan prasarana yang modern.

Apalagi lagi adanya industri pabrik penyimpan ikan yang modern, sehingga bisa membantu nelayan, nilai harga ikan tidak terlalu anjlok dan para nelayan bisa di untungkan bahkan dengan adanya industri pabrik pengolahan ikan, ” kita harapkan bisa mampu  menghasilkan industri kreatif produk lokal, seperti ikan kemasan kaleng, seperti  sarden dan ikan asin, yang menjadi ikon wilayah pantai barat selatan yang masih diolah secara tradisional dalam kapasitas yang masih relatif terbatas,” paparnya.

Muzakir yang juga menjabat sebagai koordinator lembaga pemerhati parleman aceh juga menyebutkan, ” Sektor perkebunan di pantai batat selatan potensinya sangat luar biasa, Aceh jaya, Nagan Raya, Meulaboh, Abdya, Aceh Selatan, Subulussalam, dan Singkil,” untuk itu pemerintah Aceh perlu mendukung pengembangan industri pabrik minyak goreng untuk memenuhi kebutuhan lokal, sehingga ketika industri hadir akan mengurangi monopoli sektor ekonomi yang selama ini selalu bergantung dari Sumut, “ungkapnya.

Selain pabrik minyak goreng, sektor perkebunaan karet pesisir di wilayah pantai barat selatan juga bisa di kembangkan pabrik untuk kebutuhaan lokal Aceh yang selama ini kebutuhan bahan baku karet selalu didatangkan dari Sumut sebagai bahan baku untuk diolah sebagai produksi kebutuhan jadi, seperti ban mobil dan produksi lainya, hal ini tentu ketika industri pabrik seperti ban mobil dan produksi lainnya hadir di Aceh tentu sangat diuntungkan baik dari segi lapangan kerja bagi masyarakat, dan secara tidak langsung masyarakat Aceh baik petani maupun lainya akan tumbuh secara perlahan, berkembang karna telah di dukung dengan hadirnya industri dan pabrik-pabrik berkapasitas modern di Aceh

Muzakir juga mengkaji lebih jauh,  Aceh memang sudah seharusnya mempunyai pabrik industri dalam kapasitas yang besar, di semua sektor sumber daya yang ada di Aceh untuk menumbuhkan lapangan kerja bagi masyarakat aceh secara keseluruhan dalam jangka panjang sehingga masyarakat  tidak selalu ketergantungan kepada anggaran APBA, sehingga dengan hadirnya beberapa sektor pabrik industri berskala besar tentu sangat menguntungkan dengan adanya lapangan kerja untuk peningkataan perekonomian masyarakat yang lebih baik.

Muzakir melihat, masyarakat Aceh sangat menaruh harapan besar kepada pemerintah terpilih drh. H. Irwandi Yusuf, M.Sc – Nova Iriansyah, oleh karenanya masyarakat sangat yakin Aceh akan lebih baik di lima tahun ke depan dengan kondisi Aceh yang sudah kondusif,  tentu hal ini harus di dukung oleh masyarakat sehingga Aceh aman, tentram, dan investor pun tidak akan ragu menginvestasikan modal untuk Aceh dengan sendiri akan lebih makmur dan sejahtera.

Program trans- tol Aceh, yang sudah mulai digagas oleh pemerintah Aceh tentu hal ini juga salah satu sektor pendukung sarana dan prasrana tranportasi bagi Aceh untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di semua lini sektor, kita harapkan kepada masyarakat harus mendukung penuh, kita harus bangkit dari ketertinggalan dengan propinsi -propinsi di luar Aceh, kita harapkan pemerintah yang baru menuju Aceh Hebat, Aceh Makmur, Aceh Carong, Aceh Sejatera, ini kita jadikan sebuah pondasi bersama dalam memberi kontribusi membangun Aceh yang lebih baik.

” Dan kita harapkan 5 tahun pemerintah irwandi – nova ada skala prioritas kebijakan dalam membangun Aceh baik segi kebutuhan daerah, dan juga pemerataan pembangunan yang berbasis sesuai dengan kebutuhan potensi yang ada di provinsi, daerah kabupaten/kota itu sendiri,” tutup Muzakir. (akb/banda aceh)