Beranda Ekonomi Menko Darmin Yakin Kemiskinan Bisa Ditekan di Bawah 10%

Menko Darmin Yakin Kemiskinan Bisa Ditekan di Bawah 10%

87
0
BERBAGI
Menko bidang Perekonomian Darmin Nasution yakin angka kemiskinan dan ketimpangan di Indonesia bisa turun di bawah 10%. Grafis/Istimewa

FOKUSACEH.COM, Jakarta – Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution yakin angka kemiskinan dan ketimpangan di Indonesia bisa turun di bawah 10%. Hal ini menanggapi anggapan sejumlah pihak yang menyangsikan kemiskinan di Tanah Air bisa turun di bawah 10%.

Caranya yaitu dengan memperbaiki proses penyaluran bantuan sosial. Hal ini bertujuan agar bantuan sosial yang digelontorkan pemerintah bisa tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Artinya begini, berbagai bantuan sosial itu sudah mulai harus dibikin konvergen. Itu harus lebih terarah dan fokus. Enggak boleh lagi masing masing sasarannya tidak konvert. Artinya, kita harus effort yang lebih besar dibanding masa lalu, PKH begini, rastra begini, kartu pintar begini, subsidi lain lagi,” tuturnya di Gama Tower, Jakarta, Rabu (9/8/2017).

Misalnya, lanjut Darmin, dengan mengubah penyaluran beras sejahtera (rastra) melalui kartu. Dengan demikian, masyarakat pemegang kartu bisa membeli secara langsung berasnya di pasar sesuai kebutuhan, bukan hanya menunggu datangnya bantuan rastra tersebut.

“Subsidi pupuk kok dikasih ke pabrik pupuk. Itu sampai enggak ke rakyatnya? Semua ini harus dikonvergenkan, tapi itu bukan barang yang bisa diubah begitu saja. Nah, ini kan mereka ada cost-nya. Misalnya rastra, dikasihnya uang nontunai, pakai kartu, berarti apa, berasnya beli di pasar,” terang dia.

Pasalnya, jika program bantuan sosial ke depannya bisa berjalan dengan baik, maka bukan tidak mungkin tingkat kemiskinan bisa ditekan di bawah 10%.

“Kita sekarang ini baru mencoba mengonversi rastra dalam bentuk beras menjadi nontunai. Ini kombinasi dengan PKH. Yang lain biarin dulu sampai nyetel masing masing, baru nanti kita betulin yang lain. Tapi jangan artikan 10% itu sulit, di bawah 10% sulit. Saya kira kita masih bisa, tapi memang sudah mulai kita perbaiki, misalnya bantuan sosial lebih konvergen,” jelas Darmin. (izz/sindonews.com)