Beranda Pendidikan Pelajar FBS Sabet Juara Kuis Ki Hajar Tingkat Provinsi

Pelajar FBS Sabet Juara Kuis Ki Hajar Tingkat Provinsi

50
0
BERBAGI

FOKUSACEH.COM, Banda Aceh – Dua pelajar jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) dari Fatih Bilingual School, berhasil memboyong juara I pada lomba kuis Kita Harus Belajar (Ki Hajar) tingkat provinsi.Kecuali itu, jenjang SMP diraih pelajar utusan SMP Negeri 3 Banda Aceh.

Lomba kuis yang diselenggarakan UPTD Balai Tekkomdik pada Dinas Pendidikan Aceh ini berlangsung sejak 12 hingga 13 September 2017.Agenda tahunan ini diikuti oleh seratusan pelajar dari Kota Banda Aceh dan Aceh Besar dan menghadirkan dewan juri dari Pustekkom kemendikbud.

Dua pelajar dari Fatih Bilingual School yang berhasil meraih prestasi pada lomba kuis tersebut meliputi, Devia Alessandra.Ia berasal utusan SD Fatih Bilingual School. Selanjutnya untuk jenjang SMA sederajad diraih Rizky Akbar, utusan SMA Fatih Bilingual School. Satu peserta lainnya jenjang SMP sederajad diraih pelajar SMP Negeri 3 Banda Aceh, Ikshan Hasibuan.

Prestasi yang diraih tiga pelajar dari masing-masing jenjang pendidikan ini sekaligus menjadi wakil Aceh pada lomba kuis Ki Hajar tingkat nasional yang dijadwalkan bakal berlangsung November mendatang.

Plh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Muslem, S.Ag, M.Pd, mengapresiasi atas prestasi yang diraih pelajar tersebut pada lomba kuis Ki Hajar tingkat provinsi Aceh.Begitunpun ia turut menyemangati peserta yang belum berhasil mengukir prestasi pada lomba kuis kali ini.

“Jadikanlah prestasi yang diiperoleh hari ini sebagai modal perjuangan untuk lomba ditingkat nasional.Jangan larut apalagi bereforia atas prestasi yang didapat ahri ini, namun tetaplah mengasah kemampuan.Sehingga, mampu membawa harum nama provinsi Aceh pada Ki Hajar Award 2017,” katanya.

“Begitu juga anak-anak kami yang belum mendapat prestasi pada ajang ini. Tetaplah mengasah kemampuan untuk terus belajar, demi prestasi di hari esok,” kata Muslem menyemangati peserta lomba kuis Ki Hajar.

Pihaknya mengaku memberi dukungan penuh atas digelarnya lomba kuis Ki Hajar. Sebab, salah satu poin visi-misi pemerintah Aceh Irwandi-Nova adalah mewujudkan Aceh Carong.

“Aceh Carong (pintar) dan Aceh teuga (kuat), salah satu poin visi-misi Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah yang berkaitan erat dengan dunia pendidikan Aceh.Nah, bagaimana kita bisa pintar, jika tidak belajar?.Itulah sebabnya, kami menilai lomba kuis Ki Hajar ini sangat tepat dengan visi-misi pemerintah Aceh,” tambahnya.

Ia juga mengapresiasi UPTD Balai Tekkomdik Dinas Pendidikan Aceh, yang sebelumnya telah berhasil meraih prestasi dikancah nasional pada Ki Hajar Award empat kali berturut-turut.

“Mari kita ukir kembali prestasi yang telah didapat pada tahun-tahun sebelumnya, sehingga Aceh benar-benar carong (pintar), baik ditingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala UPTD Balai Tekkomdik pada Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Syarbaini, M.Si, mengatakan, lomba tersebut digelar untuk tiga jenjang pendidikan yaitu, SD, SMP dan SMA sederajat.

“Lomba kuis Ki Hajar ini bertujuan untuk menumbuh budaya pengembangan dan pendayagunaan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) pembelajaran di satuan pendidikan,” katanya.

Syarbaini menjelaskan, Masing-masing jenjang sekolah dipilih seorang peserta terbaik. Mereka nantinya akan dikirim dalam lomba serupa di tingkat nasional Peserta Kuis Kihajar 2017 Tingkat Provinsi Aceh merupakan pelajar dari kabupaten/kota di Aceh.

“Kuis tersebut berlangsung secara online. Setiap peserta harus menguasai teknologi informasi dan komunikasi. Selain itu, peserta juga harus pintar dan memiliki semangat belajar tinggi,” terangnya.

“Keduanya harus sejalan, menguasai teknologi informasi dan juga harus pintar. Jika tidak, seorang tentu sulit menjadi yang terbaik di ajang Kuis Kihajar ini,” katanya.

Untuk tahun ini, Syarbaini berharap peserta dari Aceh yang akan dikirim ke tingkat nasional mampu menjuarai Kuis Ki Hajar 2017. Atau paling tidak masuk nominasi di tingkat nasional.

“Prestasi peserta dari Aceh tahun sebelumnya belumlah menggembirakan. Namun, untuk tahun ini diharapkan adalah prestasi yang diraih. Sebab, prestasi yang diraih merupakan indikator keberhasilan pendidikan teknologi informasi komunikasi di Aceh,” tambah Syarbaini. (ril)