Beranda Opini Peran Strategis Pemuda dalam Penguatan Pancasila dan Bela Negara

Peran Strategis Pemuda dalam Penguatan Pancasila dan Bela Negara

69
0
BERBAGI

Firman Jaya Daeli
Pengamat Politik dan Hukum

Konstitusionalitas ideologi Pancasila bersumber dan berbasis pada konstitusi UUD 1945. Pembukaan UUD 1945 menegaskan dan menjelaskan beberapa prinsip dasar dan utama dari sistem kebangsaan dan kenegaraan Indonesia.

Pembukaan UUD 1945 juga mengamanatkan Pancasila. Dengan demikian, Pancasila memiliki keabsahan konstitusional yang merupakan sebuah keabsahan yang menyemangati dan memfasilitasi arah dan peta jalan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pancasila pada hakekatnya mencerminkan kenyataan sosial dan kebenaran kultural masyarakat dan bangsa Indonesia. Hakekat Pancasila sejatinya merupakan watak kebudayaan dan sifat kepribadian nasional Indonesia yang lahir, tumbuh, dan digali dari kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia.

Pancasila tidak hanya sekadar merupakan keabsahan konstitusional melainkan juga merupakan kenyataan sosial dan kebenaran kultural. Arus utama dan intisari dari penyelenggaraan Pancasila sesungguhnya harus lebih berbasis dan berorientasi pada sifat dan watak kepribadian nasional bangsa Indonesia karena Pancasila merupakan kenyataan sosial dan kebenaran kultural masyarakat Indonesia. Bukan dan tidak semata-mata karena keabsahan konstitusional.

Pengorganisasian dan penyelenggaraan Pancasila adalah sebuah agenda aksi luhur dalam rangka penguatan Pancasila. Agenda ini semakin menemukan ruang karena didasari dan dilatari dengan pendekatan kesadaran hati dan panggilan nurani secara kemasyarakatan. Kesadaran dan panggilan ini menjadi hadir dan tumbuh karena sila-sila Pancasila melekat dan mewarnai kehidupan dan pergerakan masyarakat dan negara bangsa Indonesia.

Penguatan Pancasila berintikan pada sejauh mana dan sepanjang apa kualitas pelaksanaan sila-sila Pancasila berdasarkan falsafah, etos, jiwa, roh, dan semangat Pancasila. Pelaksanaan sila-sila ini semakin bermakna ketika ditandai dengan tampilnya kebijakan dan tindakan konkret beserta praktik aksi nyata. Ada keteladanan, ada kesetiaan, dan ada keteguhan mempraxiskan Pancasila.

Penguatan Pancasila tidak hanya sebatas pelaksanaan satu sila saja dari Pancasila, melainkan harus senantiasa dilaksanakan sekaligus secara utuh menyeluruh sila-sila lain. Pelaksanaan secara utuh menyeluruh sila-sila Pancasila mesti juga dibumikan untuk saling menguatkan dan melengkapi antar-sila, serta dalam rangka membangun kohesivitas sila-sila Pancasila.