Beranda Daerah Saifannur : Saya Tidak Menghina Keuchiek Sebagai “Tokoh Tiem”

Saifannur : Saya Tidak Menghina Keuchiek Sebagai “Tokoh Tiem”

95
0
BERBAGI

FOKUSACEH.COM, Bireuen – Bupati Bireuen H Saifannur, S.sos mengatakan, tidak ada maksud saya sebagai Bupati Bireuen menghina Kepala Desa(Keuchiek) menyebutkan dia sebagai  “Tikoh tiem” beberapa waktu yang lalu dalam pertemuan dengan 609 kepala Desa di Bireuen. Hal ini tidak ada seorangpun yang boleh mempolitisir ucapan saya tersebut baik melalui media massa maupun media sosial lainnya. Karena ucapan “tikoh tiem” tersebut sudah disalah artikan oleh pihak yang ingin menyudutkan dirinya.

Hal tersebut dikatakan H Saifannur Selasa malam(29/8/2017) di pendopo Bupati Bireuen dalam Silaturahmi khusus dengan awak media liputan Bireuen.

Dikatakan, Pers adalah sebagai alat sosial control didalam melihat jalannya roda pembangunan yang sedang dilaksanakan Pemerintah. Karenanya pers harus bersikap netral dan mendukung pemerintahan Bireuen dalam memajukan kemakmuran rakyat akan datang yang lebih maju lagi.

“Pers juga harus ikut melihat dilapangan jalannya pembangunan Desa yang sedang dilaksanakan oleh aparat Gampong dengan dana ADG, dan sejauh mana sudah kemajuan yang dicapai pembangunannya,” ujar Saifannur sembari menyebutkan, bahwa wartawan adalah sebagai partner kerjanya dalam membangun sejak dulu ketika dia masih sebagai kontraktor.

Namun sekarang   Saifannur sudah menjadi Bupati Bireuen ingin wartawan itu agar lebih dekat lagi dengannya untuk bersama-sama melanjutkan pembangunan Bireuen yang lebih baik lagi.

“Bukan berarti pers tidak boleh mengkritisi dirinya atau pemerintahan Kabupaten Bireuen. Namun pers dipersilakan melakukan kritikan yang lebih sifatnya membangun,” harap Saifannur.

Sementara itu dia juga berharap agar semua pihak, khusus masyarakat harus mendukung program   Nasional dalam pemberantasan Narkoba di Kabupaten Bireuen.

Peranan pers  diharapkan Bupati harus lebih berperan aktif dalam memberi pemahamam  bahayanya tentang penggunaan narkoba bagi generasi muda.

Dia sangat sedih melihat berapa banyak generasi muda di Lembaga pemasyarakatan (Penjara) Bireuen  sekarang banyak terlibat dengan barang haram itu, baik sebagai penjual, pembawa maupun sebagai pengguna narkoba menghabiskan sisa hidupnya didalam penjara.

“Janganlah jadikan Bireuen ini dengan label sebagai kota narkoba. Hal ini sangat menyedihkan bagi kita semua. Jagalah nama baik Bireuen, jagalah nama baik Aceh sebagai Kota Serambi Mekkah”, harapnya.
Dalam acara Silaturahmi dengan insan pers tersebut Bupati didampingi wakil Bupati Dr H Muzakkar A.Gani, SH,M.Si, para Asisten Sekdakab Bireuen, Kadis Kominfo Zamri,SE, Kabag Humas Enjur Parhandi, Ketua PWI Bireuen Suryadi dan Ketua AJI serta puluhan wartawan dari berbagai media lainnya. (uap/bireuen)