Beranda Politik Tim TRK-SAJA: Pilkada Naganraya Mencederai Demokrasi

Tim TRK-SAJA: Pilkada Naganraya Mencederai Demokrasi

78
0
BERBAGI

Fokusaceh.com – Tim Pemenangan TR. Keumangan, SH, MH-H. Said Junaidi, SE (TRK-SAJA), melapokan secara resmi beberapa dugaan pelanggaran Pilkada di Naganraya, kepada Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) setempat, dan meminta dilakukan Pilkada Ulang.

Ariefara-Sukamakmue

Dalam laporan yang disampaikan Tim Pemenangan TRK-SAJA disebutkan, secara nyata terlihat adanya indikasi yang sangat kuat telah terjadi pelanggaran yang sifatnya terstruktur, massif dan sistematis yang dilakukan oleh Penyelenggara Pilkada dan Paslon nomor urut 5, untuk memenangkan pasangan dimaksud.

Dalam siaran pers yang ditandatangani Ketua Tim Pemenangan TRK-SAJA, H.T. Zulkarnaini, S.Sos dan Sekretarisnya, Darwis SH, mereka mendesak Panwaslih Kabupaten Naganraya untuk mengeluarkan rekomendasi dilakukannya Pilkada ulang di Kecamatan Kuala, Kuala Pesisir, Tadu Raya dan Darul Makmur,

Tim ini juga mendesak pihak terkait untuk melakukan proses penegakan hukum dan etik terhadap penyelengara Pilkada di Naganraya yang diduga melakukan pelanggara hukum dan etik penyelengara Pilkada 2017.

“Kami mengimbau seluruh simmpatisan, pendukung dan masyarakat untuk melaporkan dugaan pelanggaran yang diketahui yang terjadi dalam pelaksanaan Pilkada 2017 di Kabupaten Naganraya,” ujar Zulkarnaini, dalam siaran pers bertanggal 20-2-2017 itu.

Pilkada serentak 15 Februari 2017 di Naganraya yang diikuti enam pasangan calon bupati dan wakil bupati. Diharapkan hasil yang diperoleh mampu membawa perubahan yang baik bagi kehidupan berdemokrasi di daerah tersebut.

“Namun disayangkan, hasil Pilkada di Naganraya masih sangat jauh dari harapan. Hal ini disebabkan adanya tindakan-tindakan yang dilakukan secara terstruktur, massif dan sistematis oleh Penyelenggara Pilkada maupun pasangan calon tertentu untuk memperoleh kemenangan,” tulis T Zulkarnaini S.Sos.

Dalam rapat pleno PPK 18 Februari 2017, katanya, PPK di setiap kecamatan menolak memberikan daftar pemilih yang hadir di setiap TPS. Ini merupakan indikasi yang sangat kuat banyaknya pemilih yang mencoblos lebih dari satu kertas suara.

Selain itu, Surat Pemberitahuan Pemilih (C6-KWK) tidak didistribusikan secara merata kepada seluruh warga yang memiliki hak pilih oleh KPPS. Berdasarkan bukti yang diperoleh dari lapangan, khusus untuk pendukung dan pemilih pasangan TRK-SAJA tidak diberikan dan mendapatkan form (C6-KWK). Akibatnya banyak pemilih yang kehilangan hak pilihnya.

“Ada juga kita temukan pembuangan Surat Pemberitahuan Pemilih (C6-KWK) oleh KPPS Desa Simpang Peut, Kecamatan Kuala, Kabupaten Naganraya yang mengakibatkan hilangnya hak pilih sebagian warga Simpang Peut,” katanya.

Tim Pemenangan TRK-SAJA juga menemukan adanya pelibatan Tim Pemenangan Paslon bupati dan wakil bupati dalam komposisi penyelenggara Pilkada, yang menyebabkan proses pelaksanaan Pilkada menjadi tercederai.

Salah seorang tim pemenangan Paslon nomor urut 5, katanya, menjadi Ketua Kelompok Pemungutan Suara (KPPS) pada TPS I Gampong Mon Bateung, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Naganraya, dan telah dilaporkan kepada Panwaslih Naganraya.

“Ironisnya Panwaslih menutup mata dan tidak menindaklanjuti laporan terkait hal ini. Begitu juga seorang anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tadu Raya, merupakan tim pemenangan Paslon nomor urut 5, di desa Pasie Luah, Tadu Raya.

Selain pelibatan tim pemenangan sebagai bagian dari penyelenggara Pilkada, pelibatan Aparatur Sipil Negara dan aparatur pemerintahan gampong untuk memenangkan calon petahana juga menjadi catatan hitam dalam Pilkada kali ini.

Zulkarnain juga mengungkapkan, berdasarkan SK Tim Pemenangan Paslon nomor urut 5, diketahui ada keterlibatan ASN yang bertugas di kantor camat Beutong Ateuh Banggalang, Dinas Perkebunan Naganraya, anggota Tuha Peut Desa Gunong Geulugo, dan Ketua Tuha Peut Desa Krueng Itam, Kecamatan Tadu Raya, serta Kaur Desa Pasi Luah,” katanya. *ril